Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Salah satu faktor membangkitkan mood Bercinta

ML

Salah satu faktor yang menimbulkan mood pasangan untuk bercinta adalah penataan kamar yang tepat. Bayangkan bila kamar tidur Anda dipenuhi tumpukan pakaian kotor, sprei dan sarung bantal kusam atau pakaian dan kain bertebaran dimana-mana. Bukannya semangat untuk bermesraan dengan suami, justru enggan masuk dan berbaring di kamar tidur.

Dengan penataan yang tepat, Anda bisa menjadikan kamar tidur sebagai pemicu hasrat seksual. Ketahui beberapa trik dekorasi yang dilansir iDiva, agar kamar tidur menjadi 'sarang cinta' bagi Anda dan pasangan.

1. Ganti Sprei
Lupakan dulu sprei berbahan katun atau linen dengan motif bunga, polkadot atau hati. Gantilah dengan sprei berbahan satin atau katun polos yang diberi sedikit detail bordiran pada pinggirannya. Tidak perlu menempatkan terlalu banyak bantal, karena justru akan merepotkan Anda dan pasangan saat bercinta. Cukup taruh tiga-empat bantal dan satu bantal guling.

2. Tanaman
Sejumlah studi menunjukkan bahwa performa kerja wanita akan lebih baik jika ada tanaman di kantornya. Ternyata, tanaman juga bisa meningkatkan performa bercinta yang lebih baik. Kehadiran tanaman hidup seperti bunga mawar merah, melati atau lilac akan menimbulkan suasana romantis yang membuat Anda betah berlama-lama bersama pasangan. Tempatkan satu pot bunga di meja samping tempat tidur.

3. Makanan Afrodisiak
Untuk membuat sesi bercinta jadi lebih menyenangkan, siapkan 'makanan cinta' di kamar tidur Anda. Bisa berupa sekotak cokelat, stroberi, almond dan champagne. Tempatkan makanan tersebut di ata meja yang sudah ditata layaknya restoran mewah.

4. Pencahayaan
Untuk menambah momen intim, jangan gunakan lampu neon yang terang benderang. Gunakan lampu dengan cahaya yang temaram, semisal lampu meja atau lampu dengan tudung penutup yang membuat nuansa kamar jadi berwarna jingga atau kemerahan. Aura sensual pun akan muncul dan membuat Anda berdua lebih bergairah.

5. Dinding
Gunakan warna-warna terang dan intens seperti merah, ungu lavender atau merah tua pada dinding. Warna tersebut memberi ilusi langit-langit kamar lebih rendah hingga memberi perasaan nyaman, aman dan rileks.

6. Lilin
Nyalakan lilin aromaterapi untuk mengaktifkan indera penciuman Anda! Tidak hanya menstimulasi penciuman, tapi juga menciptakan suasana yang sempurna untuk sesi bercinta yang menyenangkan. Pilih wewangian seperti citrus dan lavender.

7. Musik
Musik bisa menciptakan berbagai mood, termasuk mood bercinta. Putar musik bertema sensual dan seksi, seperti lagu-lagu yang dinyanyikan Beyonce, Britney Spears atau Jennifer Lopez. Musik bergenre R&B juga bisa menjadi pilihan untuk membangkitkan mood bercinta, atau pilih swing bahkan blues.

Manfaat Bersuara Pada Saat Bercinta

posisi bercinta

Apakah Anda suka bersuara atau kurang ekpresif saat bercinta? Penelitian yang dilakukan Gayle Brewer dari University of Central Lancashire dan Colin Hendrie dari University of Leeds menunjukkan suara wanita saat bercinta bisa membantu pria meraih orgasmenya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior itu, peneliti merekrut 71 wanita heteroseksual yang aktif secara seksual. Rata-rata wanita tersebut berusia 22 tahun.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Brewer, G. & Hendrie, C.A itu, para responden ditanya apakah suara yang keluar saat bercinta dilakukan karena refleks, sengaja atau konsekuensi dari mereka mendapatkan orgasme. Dari penelitian itu terungkap, wanita bersuara saat bercinta bukan karena mereka bisa mencapai klimaks.

Wanita justru mengeluarkan suaranya saat pasangannya orgasme. Para wanita itu juga bersuara sebelum atau berbarengan saat pria ejakulasi.

Para peneliti menduga suara yang keluar saat bercinta itu sebenarnya bagian dari anggapan wanita bahwa itulah seks yang ideal. Mereka percaya suara yang dikeluarkan tersebut memang diinginkan pasangannya.

Lantas apakah bagi wanita suara mereka saat bercinta itu tidak membawa dampak apapun? "Orgasme wanita biasanya terjadi saat foreplay. Sedangkan suara dikeluarkan wanita biasanya sebelum dan berbarengan dengan ejakulasi pria," ujar peneliti.

Mengenai jawaban dari pertanyaan di atas, Kristen Mark, seorang peneliti seksualitas dari Indiana University mengatakan, belum banyak penelitian pada area tersebut. "Tapi kita dibombardir oleh media yang mengatakan bahwa bersuara atau lenguhan itu berhubungan dengan orgasme dan kenikmatan seksual. Jadi itu bisa jadi strategi memalsukan (orgasme) karena pria kerap menghubungkan lenguhan itu dengan orgasme," jelas Mark pada Good In Bed.

Tentu saja, memalsukan orgasme bukanlah suatu tindakan yang pintar untuk dilakukan. Apalagi jika Anda melakoninya terus-menerus.

"Kalau Anda memalsukan orgasme, Anda memberi petunjuk pada pasangan kalau dia memang sudah melakukannya dengan benar, padahal kenyataannya dia belum bisa (membuat Anda orgasme)," ujar pakar pendidikan seks dan penulis Patty Brisben. "Gunakan suara atau lenguhan sebagai petunjuk bahwa Anda memang menyukai (aksinya) dan merasa senang, bukan untuk menyembunyikan yang sebaliknya," tambah Patty.

Sementara pakar seks Ian Kerner menambahkan, mengeluarkan suara saat bercinta sebenarnya justru bisa membantu wanita mendapatkan apa yang mereka inginkan saat bercinta. Hanya saja perlu strategi khusus agar suara saat bercinta itu bisa membuat Anda memperoleh hal yang diinginkan.

"Gunakan suara saat bercinta untuk mengajari pasangan apa yang memang Anda sukai. Itu bisa jadi cara Anda untuk mengatakan, 'stop, go, yes, more please', tanpa harus berkata-kata seperti polisi lalu-lintas," tutur Patty.

Kristen Mark menambahkan, bersuara saat bercinta juga bisa membuat beberapa wanita bergairah dan membantu mereka merasakan kenikmatan. "Aku juga berpendapat banyak wanita yang merasa perlu mengeluarkan suara untuk membuat mereka meraih orgasme. Saat wanita sudah akan mencapainya, mereka bisa benar-benar bersuara dengan keras dan kemudian perlahan menjadi pelan ketika sudah mencapai puncaknya," jelas Patty yang sepakat dengan Kristen.

5 Posisi Membuat Pria Cepat Orgasme

bercinta

Bagi pasangan suami istri, rutinitas bercinta begitu menggebu-gebu saat pertama kali menikah. Namun seiring berjalannya waktu, hasrat tersebut memudar dan harus diberikan bumbu penyegar agar keharmonisan rumah tangga dan kehidupan ranjang tetap menyala. Ada beberapa fantasi bercinta wanita yang bisa menjadi panduan, seperti dilansir Times of India. Berikut ini posisi bercinta yang membuat pria cepat orgasme:

1. Doggy-Style
Posisi ini dinilai oleh para seksolog sangat mudah untuk membuat pria maupun wanita mencapai orgasme. Stimulasi visual posisi wanita hingga posisi tubuh pria yang membuat area genitalnya menekuk, memberikan ransangan yang terbaik.

2. Misionaris
Posisi standar, klasik dan paling sering diekspos ini memang yang paling mudah untuk dilakukan. Selain nyaman bagi wanita, pria pun lebih percaya diri dengan posisi ini. Kontak mata tetap terjaga dan kesan intim begitu terasa.

3. Cowgirl
Serupa seperti menunggangi kuda ala cowgirl, posisi ini sangatlah seksi. Wanita memegang kendali saat melakukannya dan pria bisa rileks sambil berbaring memandangi istrinya. G-spot wanita lebih banyak yang terstimulasi saat melakukan gerakan penetrasi.

4. Spooning
Lebih tahan lama dalam urusan membuat pasangan mencapai ejakulasi bisa diterapkan dengan posisi tubuh melengkung ini. Pasangan sambil berbaring dan bisa menikmati momen kemesraan, karena sang pria memeluk tubuh istrinya dari belakang, seakan melindunginya dengan kehangatan.

5. Berdiri
Bayangkan jika Anda berada dalam tempat yang sempit atau terburu-buru dan ingin bercinta dalam keadaan berdiri tanpa menanggalkan busana. Inspirasi ini bisa dilakukan tanpa meninggalkan esensi kenikmatan bercinta, karena banyak G-spot yang terstimulasi saat istri mengangkat salah satu kakinya lebih tinggi.

Semoga artikel 5 posisi bercinta diatas bermanfaat untuk Anda.. tapi ingat harus dengan pasangan yang halal yah..

Malam Pertama Menurut Akidah Islam

malam pertama dalam islam


Sebagian dari para pasangan yang baru menikah tidak mengetahui bagaimana memaksimalkan malam pertama mereka. Asal main terjang dan terobos adalah aktivitas utama. Alhasil banyak loyonya ketimbang puasnya. Malam pertama bukan melulu berhubungan badan. Lebih jauh lagi menyatukan emosi dan perasaan antara dua insan. Oleh karena itu hendaknya dilakukan dengan benar. Lantas Bagaimana menggauli istri yang benar? Adab dan tata cara menggauli istri yang benar adalah seperti yang di contohkan oleh Rasulullah SAW.

Islam adalah agama yang lengkap yang mana ajrannya meliputi semua aspek kehidupan tak terkecuali pernikahan. Berbicara pernikahan tak akan lepas dari malam pertama. Malam pengantin bagi pasangan suami istri hendaklah penuh dengan suasana kelembutan, kasih sayang dan kesenangan. Malam pertama yang menghubungkan suami dengan istrinya dengan tali kasih sayang dan cinta dan dapat menghilangkan kecemasan dan ketakutan serta menjadikan istrinya merasa tenang dengannya.

Berikut beberapa adab malam pertama dalam Islam, menuju kehidupan baru dalam berumah tangga, semoga bermanfaat :

 
1.Kebenaran niat
Hendaklah niat suami istri untuk menikah adalah untuk menjaga kehormatannya, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Tiga orang yang memiliki hak atas Allah menolong mereka : seorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan seorang menikah yang ingin menjaga kehormatannya.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)

 
2. Berhias dan mempercantik diri.
Hendaknya seorang istri mempercantik dirinya dengan apa-apa yang dibolehkan Allah swt. Pada dasarnya hal ini dibolehkan kecuali terhadap apa-apa yang diharamkan oleh dalil seperti mencabuti alis dan bulu diantara keduanya atau mengeroknya, menyambung rambut dengan rambut lain, mentato, mengikir gigi agar lebih cantik. Diharamkan baginya juga mengenakan pakaian yang diharamkan baik pada malam pengantin maupun di luar malam itu. Diperbolehkan baginya menghiasi dirinya dengan emas dan perak sebagaimana biasa dikenakan kaum wanita.

Begitu juga dengan si suami hendaknya memperhias dirinya untuk istrinya karena hal ini merupakan bagian dari menggaulinya dengan cara yang baik. Firman Allah swt :

yang artinya : “Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.” (QS. Al Baqoroh : 228)

Namun demikian hendaknya upaya menghias diri ini tetap didalam batasan-batasan yang dibenarkan. Tidak dibolehkan baginya mengenakan cincin emas kecuali perak. Tidak dibolehkan baginya mencukur jenggot, memanjangkan pakaiannya hingga ke tanah, mengenakan sutera kecuali tehadap apa-apa yang dikecualikan syariat.

 
3. Lemah lembut terhadap istrinya saat menggaulinya
Diriwayatkan oleh Ahmad didalam al Musnad dari Asma binti Yazid bin as Sakan berkata,”Aku pernah merias Aisyah untuk Rasulullah saw lalu aku mendatangi beliau saw dan mengajaknya untuk melihat kecantikan Aisyah. Beliau saw pun mendatanginya dengan membawa segelas susu lalu beliau meminumnya dan memberikannya kepada Aisyah maka Aisyah pun menundukkan kepalanya karena malu. Asma berkata,”Maka aku menegurnya.” Dan aku katakan kepadanya,”Ambillah (minuman itu) dari tangan Nabi saw.” Asma berkata,”Maka Aisyah pun mengambilnya lalu meminumnya sedikit.”

 
4. Mendoakan istrinya.
Hendaklah suami meletakkan tangannya di kening istrinya dan mengatakan seperti yang disabdakan Rasulullah saw,”Apabila seorang dari kalian menikah dengan seorang wanita atau membeli seorang pembantu maka hendaklah memegang keningnya lalu menyebut nama Allah azza wa jalla dan berdoa memohon keberkahan dengan mengatakan : Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih—Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa yang Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya..”

 
5. Melaksanakan shalat dua rakaat
Diriwayatkan Ibnu Syaibah dari Ibnu Masud, dia mengatakan kepada Abi Huraiz,”Perintahkan dia untuk shalat dua rakaat dibelakang (suaminya) dan berdoa,”Allahumma Barik Lii fii Ahlii dan Barik Lahum fii. Allahummajma’ Bainanaa Ma Jama’ta bi Khoirin wa Farriq Bainana idza Farroqta bi Khoirin—Wahai Allah berkahilah aku didalam keluargaku dan berkahilah mereka didalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula.”

 
6. Apa yang dikatakan ketika melakukan jima’ atau saat menggauli istrinya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda,”Apabila seorang dari kalian mendatangi istrinya maka hendaklah dia berdoa,”Allahumma Jannibna asy Syaithon wa Jannib asy Syaithon Ma Rozaqtana—Wahai Allah jauhilah kami dari setan dan jauhilah setan dari apa-apa yang Engkau rezekikan kepada kami—sesungguhnya Allah Maha Mampu memberikan buat mereka berdua seorang anak yang tidak bisa dicelakai setan selamanya.”

 
7. Diharamkan baginya menyiarkan hal-hal yang rahasia diantara suami istri
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Asma binti Yazid yang saat itu duduk dekat Rasulullah saw bersama dengan kaum laki-laki dan wanita lalu beliau saw bersabda,”Bisa jadi seorang laki-laki menceritakan apa yang dilakukannya dengan istrinya dan bisa jadi seorang istri menceritakan apa yang dilakukannya dengan suaminya.” Maka mereka pun terdiam. Lalu aku bertanya,”Demi Allah wahai Rasulullah sesungguhnya kaum wanita melakukan hal itu begitu juga dengan kaum laki-laki mereka pun melakukannya.” Beliau saw bersabda,”Janganlah kalian melakukannya. Sesungguhnya hal itu bagaikan setan laki-laki berhubungan dengan setan perempuan di jalan lalu (setan laki-laki) menutupi (setan perempuan) sementara orang-orang menyaksikannya.”

 
8. Berwudhu diantara dua jima’ meskipun mandi adalah lebih utama
Apabila seorang laki-laki menggauli istrinya lalu dia ingin kembali mengulanginya maka yang paling utama baginya adalah berwudhu sehingga dapat mengembalikan tenaganya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said al Khudriy berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Apabila seorang dari kalian menggauli istrinya kemudia dia ingin mengulanginya lagi maka berwudhulah diantara kedua (jima) itu.”

Didalam sebuah riwayat,”Seperti wudhu hendak shalat.” (HR. Muslim) Abu Naim menambahkan,”Sesungguhnya hal itu akan mengembalikan tenagannya.”

Mandi lebih utama, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Rafi’ bahwa Nabi saw mengelilingi para istrinya dan mandi ketika (hendak menggauli) istri yang ini dan juga dengan yang istri ini. dia berkata,”Aku bertanya kepadanya,’Wahai Rasulullah apakah tidak cukup hanya dengan sekali mandi?’ beliau saw menjawab,”Ini lebih suci. Lebih wangi dan lebih bersih.”

 
9. Mandi berduaan
Dibolehkan bagi suami istri untuk mandi secara bersama-sama dalam satu wadah, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Aisyah berkata,”Aku mandi bersama Rasulullah saw dari satu wadah antara diriku dengan dirinya. Tangan kami saling bergantian berebutan sehingga aku mengatakan,”tinggalkan (sedikit air) buatku, tinggalkan buatku.” Dia berkata,”Mereka berdua dalam keadaan junub.”

Dari hadits diatas maka diperbolehkan keduanya telanjang dan saling melihat aurat satu dengan yang lainnya.

Didalam hdits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dari Muawiyah bin Haidah berkata,”Aku berkata,’Wahai Rasulullah. Apa yang dibolehkan dan dilarang dari aurat kami?’ beliau menjawab,”Jagalah auratmu kecuali terhadap istri atau budakmu.” Maka dibolehkan bagi salah seorang dari pasangan suami istri untuk melihat seluruh badan pasangannya dan menyentuhnya hingga kemaluannya berdasarkan hadits ini, karena kemaluan adalah tempat kenikmatan maka dibolehkan melihat dan menyentuhnya seperti bagian tubuh lainnya.

 
10. Bersenda gurau dengan istri
Dibolehkan bersenda gurau dan bermain-main dengan istrinya di tempat tidur, sebagaimana sabdanya saw,”… Mengapa bukan dengan gadis maka engkau bisa bermain-main dengannya dan dia bisa bermain-main denganmu.” (HR. Bukhori dan Muslim) dan didalam riwayat Muslim,”Engkau bisa bahagia dengannya dan dia bisa bahagia denganmu.”

Diantara senda gurau dan mempergaulinya dengan baik adalah ciuman suami walaupun bukan untuk jima’. Rasulullah saw mencium dan menyentuh istri-istrinya meskipun mereka dalam keadaan haidh atau beliau mencium dan menyentuhnya meski beliau sedang dalam keadaan puasa.

Sebagaimana terdapat didalam ash Shahihain dan lainnya dari Aisyah dan Maimunah bahkan juga diriwyatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Aisyah berkata,”Nabi saw mencium sebagian istri-istrinya kemudian beliau keluar menuju shalat dan tidak berwudhu lagi.” Ini sebagai dalil bahwa mencium istri tidaklah membatalkan wudhu.

 
11. Dibolehkan ‘Azl
Dibolehkan bagi seorang suami untuk melakukan ‘azl yaitu mengeluarkan air maninya di luar kemaluan istrinya, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Jabir bin Abdullah berkata,”Kami melakukan ‘azl sementara al Qur’an masih turun.” Didalam sebuah riwayat,”Kami melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw dan hal ini sampai kepada Nabi saw dan beliau saw tidaklah melarangnya.”

Meskipun demikian yang paling utama adalah meninggalkan ‘azl karena hal itu dapat mengurangi kenikmatan baginya dan bagi istrinya dan karena hal itu juga dapat menghilangkan tujuan dari pernikahan yaitu memperbanyak keturunan umat ini, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Nikahilah oleh kalian (wanita-wanita) yang dapat mendatangkan anak lagi mendatangkan kasih sayang. Sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya (jumlah) kalian dihadapan semua umat pada hari kiamat.”

Akan tetapi tidak diperbolehkan bagi seorang muslim melakukan ‘azl selamanya karena dapat membatasi dan mencegah keturunan…..

 
12. Mengunjungi kerabat pada pagi harinya
Dianjurkan baginya pada pagi harinya untuk mengunjungi kaum kerabatnya yang telah memenuhi undangannya.. berdasarkan hadits Anas berkata,”Rasulullah saw mengadakan pesta saat menikah dengan Zainab. Kaum muslimin dikenyangkan dengan roti dan daging. Kemudian beliau saw keluar menemui ibu-ibu kaum mukminin (istri-istrinya saw) dan mengucapkan salam kepada mereka, mendoakan mereka dan mereka pun menyambut salamnya dan mendoakannya, beliau lakukan itu pada pagi hari setelah malam pengantinnya.

Semoga tips tentang malam pertama dalam Islam semoga bermanfaat :)

Apakah Oral Seks Berbahaya?

Apakah Oral Seks Berbahaya?

img 
Bila dibandingkan dengan hubungan seksual, seks oral dianggap sebagai kegiatan seksual yang lebih rendah risikonya. Namun berdasarkan studi terbaru, seks oral sebenarnya adalah metode populer untuk menyebarkan infeksi seksual menular.

Berdasarkan studi terbaru yang telah dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine, seks oral merupakan kegiatan seksual yang banyak menyebarkan infeksi menular seksual, seperti sifilis, gonore, klamidia, HPV (Human Papiloma Virus) dan herpes.

"Kabar baiknya adalah, sifilis, gonore dan klamidia merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang dapat disembuhkan. Namun kabar buruknya, HPV dan herpes tidak dapat disembuhkan dan merupakan IMS yang sangat umum menular melalui seks oral," jelas J. Dennis Fortenberry, M.D., profesor di Indiana University’s School of Medicine, seperti dilansir Menshealth.
 
Human Papiloma Virus (HPV) merupakan salah satu penyebab kanker serviks atau leher rahim, yang belakangan diketahui bisa menular melalui seks oral. Virus ini bisa diyakini memicu kanker lidah, kanker leher maupun kanker tenggorokan.

Apa yang harus dilakukan?

Jika ingin mencoba seks oral dengan pasangan, pastikan bahwa tubuh dalam keadaan bersih. Jika Anda pasangan baru, dianjurkan untuk menggunakan kondom atau bendungan gigi (lateks tipis yang melapisi mulut) untuk melindungi sekresi dan mencegah infeksi.

Selain itu, pastikan Anda berdua benar-benar sehat (tidak terinfeksi IMS) sebelum melakukan aktivitas seksual, bisa dengan melakukan pengujian secara rutin pada bagian kelamin dan rongga mulut.

"Banyak klinik hanya menguji alat kelamin. Jadi, jika Anda diuji, misalnya gonore atau klamidia, tes dari alat kelamin tidak akan mengatakan satu hal tentang apakah ada infeksi di tenggorokan," jelas Fortenberry.

Terlebih lagi, IMS oral sebagian besar tidak menunjukkan gejala. Dan karena banyak orang tidak menyadarinya, perlu dilakukan pengujian secara oral. Cari tahu apakah Anda berisiko dengan melakukan pengujian dengan menggunkan sampel air liur.